Simak pentingnya menjaga lisan yang bijak di media sosial serta dampak buruk menghujat orang lain secara online, baik bagi korban, pelaku, maupun lingkungan digital.
Di era digital seperti sekarang, media sosial telah menjadi ruang publik baru tempat jutaan orang berbicara, berbagi pendapat, dan berinteraksi setiap harinya. Namun, tidak seperti percakapan tatap muka, kata-kata yang diketik di media sosial memiliki jangkauan yang jauh lebih luas dan bisa bertahan lebih lama. Sebuah komentar yang diketik dalam hitungan detik bisa dibaca oleh ribuan bahkan jutaan orang, dan jejaknya bisa tersimpan selamanya di internet.
Sayangnya, kemudahan berbicara di dunia maya ini juga membuka celah bagi munculnya ujaran kebencian, hinaan, dan hujatan yang semakin marak terjadi. Banyak orang merasa lebih berani berkata kasar di balik layar dibandingkan saat berbicara langsung, sebuah fenomena yang dikenal dengan istilah "online disinhibition effect". Artikel ini akan membahas pentingnya menjaga lisan yang bijak di media sosial, serta dampak nyata yang bisa terjadi akibat kebiasaan menghujat orang lain secara online.
.png)
.png)

.jpg)




