Simak profil lengkap Xi Jinping. Dari masa pembuangan di desa hingga menjadi pemimpin absolut China yang mengubah peta geopolitik dunia.
Xi Jinping kini berdiri sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di abad ke-21. Sebagai Presiden Republik Rakyat China (RRC) dan Sekretaris Jenderal Partai Komunis China (PKC), ia telah mengonsolidasikan kekuasaan sedemikian rupa, hingga sering disejajarkan dengan pendiri modern China, Mao Zedong.
![]() |
| Xi Jinping |
Namun, jalan Xi menuju puncak kekuasaan tidaklah mulus. Di balik setelan jasnya yang rapi dan pengaruhnya yang mendunia, terdapat kisah transformasi dari seorang "pangeran partai" yang terbuang menjadi pemimpin absolut.
1. Masa Muda dan Efek "Revolusi Kebudayaan"
Xi Jinping lahir di Beijing pada 15 Juni 1953. Ia adalah putra dari Xi Zhongxun, seorang pahlawan revolusi generasi pertama dan mantan Wakil Perdana Menteri China. Karena latar belakang keluarganya, Xi muda awalnya menikmati kehidupan sebagai elite politik (princeling).
Namun, roda berputar drastis ketika Revolusi Kebudayaan (1966–1976) melanda. Ayahnya dipenjara, dan Xi Jinping yang baru berusia 15 tahun dikirim ke desa terpencil Liangjiahe di Provinsi Shaanxi untuk "dibersihkan" melalui kerja paksa.
Titik Balik Kehidupan: Selama tujuh tahun, Xi hidup di gua, bekerja sebagai petani, dan merasakan kemiskinan ekstrem. Alih-alih membenci partai, pengalaman keras ini justru membentuk ketangguhan mentalnya dan memperkuat tekadnya untuk menguasai sistem politik PKC dari dalam.
2. Meniti Karier dari Bawah
Setelah berkali-kali ditolak karena status politik ayahnya, Xi akhirnya berhasil diterima sebagai anggota PKC pada tahun 1974. Ia kemudian menempuh pendidikan teknik kimia di Universitas Tsinghua yang bergengsi.
Karier politik Xi dibangun dengan sabar dari tingkat daerah hingga nasional:
1980-an - 1990-an: Menjabat di berbagai posisi administratif di Provinsi Hebei, Fujian, dan Zhejiang. Ia dikenal sebagai sosok yang pragmatis dan fokus pada pertumbuhan ekonomi serta pemberantasan korupsi lokal.
2007: Diangkat menjadi Kepala Partai di Shanghai, sebuah langkah krusial yang membawanya masuk ke dalam lingkaran elite komite pusat PKC (Politburo Standing Committee).
2008: Terpilih sebagai Wakil Presiden China, mengukuhkan posisinya sebagai calon penerus Hu Jintao.
3. Menuju Puncak Kekuasaan dan "Impian China"
Pada November 2012, Xi Jinping resmi terpilih sebagai Sekretaris Jenderal PKC, dan pada Maret 2013, ia dilantik sebagai Presiden RRC. Begitu menjabat, Xi langsung meluncurkan visi besar yang disebut "Impian China" (The Chinese Dream), sebuah ambisi untuk melakukan peremajaan nasional dan membawa China kembali ke puncak kejayaan global.
Kampanye Anti-Korupsi yang Agresif
Salah satu langkah pertama Xi yang paling masif adalah meluncurkan gerakan pemberantasan korupsi skala besar. Kampanye ini menyasar "lalat" (pejabat rendah) hingga "harimau" (pejabat tinggi militer dan politik). Meskipun dipuji oleh masyarakat sipil, para kritikus menilai langkah ini juga efektif digunakan Xi untuk menyingkirkan rival-rival politiknya.
Penghapusan Batas Masa Jabatan
Pada tahun 2018, Kongres Rakyat Nasional China mengesahkan amandemen konstitusi yang menghapus batas dua periode masa jabatan presiden. Langkah historis ini membuka jalan bagi Xi Jinping untuk memimpin China seumur hidup. Pada tahun 2023, ia resmi memulai periode ketiganya sebagai presiden.
4. Kebijakan Domestik dan Hubungan Internasional
Di bawah kepemimpinannya, China mengadopsi postur yang jauh lebih tegas dan percaya diri di panggung dunia, meninggalkan prinsip lama Deng Xiaoping yang cenderung memendam kekuatan (hide your strength, bide your time).
Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative - BRI): Proyek infrastruktur megah lintas benua yang menghubungkan Asia, Afrika, dan Eropa melalui jalur darat dan laut, sekaligus memperluas pengaruh ekonomi dan geopolitik China.
Ketegangan Global: Xi mengambil sikap keras terhadap klaim wilayah di Laut China Selatan, memperketat kontrol atas Hong Kong, dan mengintensifkan tekanan terhadap Taiwan. Hubungan dagang dan politik dengan Amerika Serikat juga berada pada titik terendah dalam beberapa dekade terakhir.
Kendali Ideologi: Di dalam negeri, Xi memperketat sensor internet, menuntut loyalitas mutlak terhadap partai, dan memasukkan ideologinya sendiri, "Pemikiran Xi Jinping", ke dalam konstitusi negara dan kurikulum sekolah.
Kesimpulan: Warisan Xi Jinping
Xi Jinping telah berhasil mengubah China dari "pabrik dunia" menjadi kekuatan super ekonomi dan militer yang menantang hegemoni Barat. Bagi pendukungnya, ia adalah pemimpin kuat yang dibutuhkan China untuk menghadapi dunia yang tidak stabil. Bagi pengkritiknya, ia adalah sosok yang membawa China kembali ke era otoriter satu orang.
Satu hal yang pasti: arah masa depan ekonomi dan geopolitik global hari ini sangat bergantung pada keputusan-keputusan yang diambil dari dalam dinding Zhongnanhai oleh Xi Jinping.







